Golput berhak mengkritisi kebijakan lembaga legislatif & eksekutif. 

Bagaimana?

Lakukan login untuk menentukan sikap di debat ini.

11 Komentar → Kirim Komentar

PRO/SETUJU       KONTRA/TIDAK SETUJU
  •  woolly_wolf24 Januari 2010, 04:43

    boleh.. selama warga mau tunduk kepada pemerintah, mau diatur pemerintah, warga berhak mengkritisi. pemerintah pun tanggung jawabnya ke semua warga negara, bukan cuma yang ga golput atau yang memilih mereka. malah bisa pake pola pikir sebaliknya, pemilih udah memilih wakilnya di pemerintahan, berarti suara warga pemilih itu udah diwakilkan sama yang dipilihnya.

  •  donnyreza20 Januari 2010, 00:10

    1. Kalau pemimpin bikin Undang-undang, golput gak golput sama-sama kena UU. Kan gak ada di perempatan lampu merah rambu2 bertuliskan "Golput, Boleh langsung" 2. Giliran bayar pajak juga nggak lihat golput atau nggak.

  •  andi_318 Januari 2010, 15:07

    golput berarti tidak memilih saah satu calon pemimpin, berarti dari awal sudah menduga akan adanya banyak kekurangan dari calon yang ada, sehingga saya kira berhak juga untuk mengkritisi pemimpin yang sudah terpilih, apalagi demi kebaikan bangsa dan negara

  •  mbah_wir15 Januari 2010, 13:43

    1. Golput =kritis thd kebijakan 2. Golput tdk menghilangkan hak&kewajiban sebagai warga negara

  •  sutrisno10 Januari 2010, 21:00

    pokoke

  •  MasPaman10 Januari 2010, 13:04

    1) Bayar pajak 2) Itu hak politik WN -- kalo golput gak boleh kritis, sama saja melarang warga di bawah 17 gak boleh kritis dgn alasan gak ikut pemilu sebelumnya

  •  addiehf10 Januari 2010, 01:16

    ga milih, tapi merek jadi pimpinan kita (doh)

  •  Fallacy09 Januari 2010, 11:02

    Bayar pajak juga LOL

  •  valia24 Januari 2010, 21:37

    Golput itu manifestasi dari sikap tidak bertanggungjawab. Jadi apa haknya menilai, mengkritisi dan lainnya wong dia tidak mempunyai landasan tanggungjawab..

  •  Tampan15 Januari 2010, 15:49

    idealnya begitu. karena logikanya, mereka yang golput sudah tidak menaruh kepercayaan, atau lain hal kepada sistem politik. mereka mesti menuntut di luar sistem politik. ini menyangkut sebab-akibat. kebanyakan, mereka yang golput menganggap parpol sebagai alat yang percuma, sehingga kalau mereka masih menuntut pemerintahan yang diisi orang-orang yang mereka anggap percuma itu, maka ini tindakan di luar kesadaran. Seharusnya golput itu merasa dirinya adalah orang-orang yang terasing, hingga gerak-geriknya seperti terasing. w membayangkan gerakan pendidikan Ki Hadjar, atau gerakan massa lain yang di luar pemerintahan, namun akibatnya kepada pemerintah.

Ke atas

Lakukan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar


« Mengapa wanita suka pipis rombongan? Apa pendapat anda tentang investasi di... »