Motor biang kemacetan? 

Carut marut transportasi di negeri tercinta ini memang semakin kronis. Jika ada yang bilang Jakarta pada 2015 akan total tak bisa bergerak, bukan tak mungkin benar-benar akan terjadi.

Lucunya, yang jadi kambing hitam bukan infrastruktur yang amburadul, angkutan umum yang memble, jumlah mobil yang terlalu bejibun, namun justru motor dianggap biang kemacetan. Tudingan inilah yang menjadi dalih rencana pembatasan motor di Jakarta.

Setuju kalau motor dibilang biang kemacetan?

Lakukan login untuk menentukan sikap di debat ini.

10 Komentar → Kirim Komentar

PRO/SETUJU       KONTRA/TIDAK SETUJU
  •  Robs16 Maret 2011, 07:22

    Karena motor semakin murah dan bisa dipakai oleh siapa saja sepanjang bisa tarik gas tanpa mematuhi aturan lalu lintas. BBM naik salah satu solusi bijaksana, jika Anda memandang sisi positifnya.

  •  Cuplik14 September 2010, 06:16

    pas mudik, satu satunya kendaraan yg bebas macet ya cuman motor

  •  ombhew05 September 2010, 07:25

    jangan salahkan pemilik motor, kalau keadaan memungkinkan, pasti mereka naik MRT kalau ada atau beli mobil yg selalu disanjung sanjung penguasa

  •  Fallacy04 September 2010, 10:57

    semua jenis kendaraan bisa berpotensi menyebabkan macet

  •  andrian03 September 2010, 16:27

    motor dilarang karena pemiliknya kalau mau beli mobil disubsidi pemerintah 90% big grin

  •  aldo31 Agustus 2010, 11:49

    logika kebalik makin laku di negeri ini ya...

  •  rido29 Agustus 2010, 12:02

    motor biang macet? ntar kalau angkutan massal tak kunjung ada, lama lama pesepeda dan pejalan kaki juga dibilang biang macet

  •  VinaSeptia28 Agustus 2010, 17:43

    yg bilang motor biang macet pasti kalangan bermobil big grin

  •  agitdd9928 Agustus 2010, 12:01

    yang biang kemacetan itu tuh ketidakbecusan pemerintah pusat dan daerah dalam menanganinya!

  •  Abah27 Agustus 2010, 23:47

    Setiap saya di jalan raya, sering memperhatikan pengendara, baik mogil atau speda motor, terjadi kemcetan sebetulnya banyak faktor, dari mulai jumlah kendaraan, prilaku pengendara,sarana dan prasarana jalan,peraturan lalu lintas, pokonya komplek, mengatasinya bagaimana yach : Prilaku pengendara : disini mungkin yang harus dikedepankan bukan peraturan LL semata, tapi lebih lagi Etika Mengendara, karena dengan etika datangnya dari dalam bukan dari luar.nah mungkin kita perlu mengajak kepada semua pengendara untuk banyak mengedpankan etika dengan tanpa melanggar peraturan LL. Hampir kebanyakn pengendara kit takut sama Polisi ( istilahnya takut di tilang), kenapa?? ini bisa terjadi, padahal Polisi kan Pelayan dan Pengayom Masyrakat dalam "slogannya" jika demikian kan tdk perlu kita takut, (bagimana kita mengeliminir paradigma seperti ini.hmmm. stau dulu yach komentarnya nanti dilanjukan lagi

Ke atas

Lakukan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar


« Jenazah Koruptor Jangan Disalatkan Jaksa Agung Karir atau Nonkarir »