Pada malam hari Jakarta diisi sekitar 8,51 juta jiwa (Dinas Kependudukan DKI, Maret 2009), dan pada siang hari mungkin sekitar 11 juta. Para penambah itu adalah warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang bekerja di Ibu Kota. Sebagian besar (banget) dari mereka tak ber-KTP DKI. Setoran pajak mereka pun (misalnya pajak kendaraan) tak disetor ke DKI, tapi emisinya dibagi ke DKI.
Mereka itu, selain mengais nafkah di Jakarta, juga memberikan kontribusi ekonomi -- sekalian menyumbang polusi dan bahkan ikut mengisi tanki septik Ibu Kota sekalian mengambil air tanah Jakarta.
Jika warga Bodetabek secara serentak bolos kerja seminggu, maka bukan hanya mereka sendiri yang rugi karena Jakarta pun ikut rugi. Jadi meskipun bukan warga resmi mereka boleh mengeluhkan soal kota Jakarta kepada pemprov DKI.




