Tahun depan, beberapa jalan protokol yang terkena aturan 3 in 1 sekitar Jakarta Pusat akan ditiadakan. Berita gembira? Mungkin tidak. Karena aturan anyar electronic road pricing (ERP) bakal diterapkan.
Bukan hanya mobil yang dikenakan Rp 20.000 sekali lewat, kantong pengendara motor yang belum sekaya pemilik mobil juga dikuras Rp 7.000, kecuali saat weekend. Alasannya, agar pemilik kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum Jakarta yang dikenal "sangat nyaman", yang hingga kini hanya mimpi.
Apakah ERP ini solusi masalah angkutan umum Jakarta yang carut marut? Mungkin sebagian orang bisa saja bersepeda ke kantor atau yang lebih ekstrim jalan kaki. Tapi tentunya tidak mungkin dilakukan setiap hari. Bisa gempor!
Tidak bisa tidak, tolak penerapan Electronic Road Pricing di Jakarta!
Ya = mendukung penolakan ERP
Tidak= tidak mendukung penolakan ERP




