Sudah Islamikah Penyelenggaraan Ibadah Haji ? 

Kepada: Umat Islam Seluruh Dunia

Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh Pemerintah Saudi Arabia tidak Sesuai Syariat Islam.

Pertama, perhatikan masalah kuota haji. Konon dibatasi sesuai dengan jumlah penduduk Islam di suatu negeri. Tapi kenapa masih ada kuota yang dijual di luaran, tidak melalui pemerintah ?

Kedua, pelaksanaan ibadah haji tahun ini (1432H) tidak lebih teratur daripada tahun sebelumnya. Memang di mana-mana di kota Makkah ada anjuran untuk sopan dan memelihara kasih sayang. Pada waktu saya towaf ifadoh pada 07 Nopember 2011, saya terpental diterjang orang berseragam askar yang membuat rantai perlindungan untuk beberapa orang yang juga towaf seperti saya. Apakah itu pejabat atau keluarga raja, saya tidak tahu, nyatanya banyak yang disakiti karena rantai askar tersebut.

Ketiga, tidak ada upaya penertiban di tempat umat Islam melakukan sa'i. Jalur untuk orang sakit dengan kereta roda, diterjang orang yang sa'i padahal jalur yang tersedia untuk mereka tidak padat. Tapi pihak petugas tida ada gairah untuk menertibkan.

Keempat, konon kebersihan di Makkah sangat terpuji, tetapi tahukah anda di Mina? Jorok dan sampah dibiarkan bertumpuk berdampingan dengan jamaah yang menunggu untuk melempar jamarot. Bau busuk menyengat sekali. Tidak nampak yang katanya alat pembersih, yang nampak adapah petugas kebersihan yang mencegat jamaah haji dengan wajah meminta. Coba anda pergi ke hay (kampung) sekitar Makkah. Kondisinya sama saja, apalagi setelag idul adha.

Kelima, pemerintah Arab membiarkan komoditi pengemis masuk ke tempat-tempat ibadah. Pameran kemiskinan dan kemelaratan dibiarkan mewarnai jalan-jalan di Mina. Tidak tergambar kemurahan pemerintah untuk menolong orang miskin, sehingga mereka tidak perlu meminta-minta di jalan yang cukup mengganggu jamaah haji yang lewat.

Keenam, sampai musim haji tahun ini, larangan tidur di jalanan tidak dilaksanakan. Jalan yang mestinya cukup lebar menjadi sempit, berdesak dan bau busuk. Padahal jelas para jamaah harus mempunyai tempat di kemah yang konon puluhan ribu disediakan pemerintah. 

Ketujuh, yang paling parah adalah penyediaan kemah Mina mengundang adalah ikhtilat (campur aduk) laki-perempuan yang bukan mahrom. Lebih lagi pada haji tahun ini, lorong kemah yang sempit oleh maktab dipakai untuk tempat makan. Maka sempurnalah ikhtilat ini dengan berdesak antara laki-perempuan yang bukan mahrom. Bukankah ulama Arab Saudi paling keras soal ikhtilat ini ? Kenapa untuk jemaah haji yang sedang beribadah dipaksa untuk campuraduk semacam itu. Ini suatu pelanggaran berat.

Saya pikir, ibadah haji dan lokasinya jangan lagi dikuasai segelintir umat Islam, tetapi jadikan event haji dan lokasinya sebagai milik seluruh umat Islam dengan internasionalisasi Makkah-Madinah dan penyelenggaraan ibadah haji.

Adakah anda yang setuju ?

 

Dengan Hormat,

Yang bertandatangan dibawah ini

Lakukan Login untuk memberikan dukungan.

0 Komentar → Kirim Komentar

Petisi ini belum memiliki komentar.

Ke atas

Lakukan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar


« Kesetiaan NKRI