Rasanya, hati ini tidak terima melihat kitab suci Islam, agama yang saya anut, dirobek didepan umum seperti ini. Para tokoh, pemimpin, ulama, menghimbau umat Islam untuk tidak terprovokasi. Aksi tersebut tidak bisa mewakili semua umat. Tetapi hal tersebut sama artinya dengan pernyataan bahwa, teror WTC ( meskipun banyak cerita yang mengungkapkan kebohongannya ) tidak berarti Islam adalah agama kekerasan. Jika demikian, saya pribadi berniat untuk menyobek Injil atau Taurat tetapi tujuannya tidak untuk membenci atau memusuhi umat Kristen atau Yahudi. Aksi ini saya khususkan kepada para demonstran yang 6 orang tersebut, karena meskipun mereka belum belajar Islam tetapi mereka telah menilai Islam adalah agama kekerasan. Keadilan harus ditegakkan. Mending begini toh, daripada perang terbuka dengan setiap orang yang beragama Kristen atau Injil ?
Enam Aktivis Robek Al Quran di Depan Gedung Putih
Washington, CyberNews. Upaya keras presiden Barack Obama yang ingin meyakinkan masyarakat dunia bahwa Amerika tidak akan memerangi Islam sedikit ternoda. Enam orang aktivis merusaknya dengan melakukan aksi dengan menyobek beberapa lembar isi kitab Al Quran di depan Gedung Putih, Jumat (11/9) kemarin.
Menurut Randall Terry, salah satu pengunjuk rasa, penggambaran Islam sebagai agama yang damai harus dihentikan. Sedangkan pengunjuk rasa lainnya, Andrew Beacham, membacakan beberapa bagian Al Quran yang berisi permusuhan dengan kaum Kristen dan Yahudi. Setelah membacakannya, halaman tersebut disobeknya, dan dimasukkan dalam kantong plastik.
Beberapa orang polisi yang berjaga hanya menyimpan nama para pengunjuk rasa tanpa melakukan pencegahan terhadap aksi tersebut.
Sebelumnya, Pastor Terry Jones yang menjadi pimpinan kelompok evengelis di Florida, telah membatalkan rencananya untuk membakar Al Quran. "Kami tidak akan membakar Alquran. Tidak hari ini dan selamanya," tegas Jones dalam sebuah pernyataan.



