Perlukah nama Kota Surakarta diganti menjadi Kota Solo? 

Beberapa hari ini, muncul wacana menjadikan Solo sebagai pengganti Surakarta. Dimotori oleh para pensiunan pegawai Pemerintah Kota Surakarta, ide itu disambut antusias oleh pers setempat.

Sejumlah sosok pun merasa lebih suka dengan sebutan Solo, dengan alasan nama itu sudah mendunia. Ada batik Solo, Soto Solo, Sate Solo, dan... yang sering menggoda fantasia adalah Putri Solo. Batik Surakarta atau yang serba Surakarta, menjadi asing sebab jarang terucap. Jarang terucap, boleh jadi karena tak pernah diingat. Begitu juga kata Sala. Lebih nyaris tak dikenali lagi.

Bahwa banyak orang tak mengenal nama (formal) Surakarta, sebab sejatinya mereka tak pernah memerlukan hal-hal formal administratif karena ketika berhubungan dengan Solo, mereka tak membawa proposal proyek atau dokumen tender. Jadi, biarkan nama Surakarta tersemat di mana saja, seperti yang sudah terjadi selama ini.

Apalagi, meski terkesan gampang, untuk mengubahnya mesti melalui perubahan Undang-undang No. 16 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

(Ingat: undang-undang ini belum berubah, sehingga secara legal, kata Jogja juga belum bisa menggantikan Jogja atau Jogjakarta. Nyatanya, Yogyakarta di-branding jadi Jogja, pun tak jadi soal, bukan? Dan kita lupa, berapa ongkos rapat-rapat dan sosialisasi untuk mengubah undang-undang ketika semua ‘stakeholders’ baru giat bekerja ketika ada uang?!?)

 

Panduan lebih lengkap, bisa baca Surakarta atau Solo

Kalau mau referensi yang berbahasa Jawa, baca Bancakan Cara Solo

YA, dengan alasan.....
TIDAK, dengan alasan.....
TIDAK TAHU
Lakukan login untuk mengikuti polling.

14 Komentar → Kirim Komentar

  • triunttriunt
    15 April 2010, 10:07
    TIDAK, dengan alasan..... - Saya menyukai keunikan Solo/Surakarta yang punya nama lebih dari Satu ini. jadi biarkan Adm pakai Surakarta, sedangkan branding pakai Solo. meski orang diluar sana lebih kenal yg namanya Solo.

  • bybayyoubybayyou
    25 Februari 2010, 19:38
    kalo aq lbh setuju SOLO,,, soalnya udah terkenal, banyak orang2 luar jateng ga tau mana itu surakarta tapi taunya SOLO...

  • suryadensuryaden
    22 Februari 2010, 05:01
    YA, dengan alasan..... - di kitab solo, ada desa solo katanya

  • wijnawijna
    21 Februari 2010, 13:35
    YA, dengan alasan..... - Biar tak salah sebut dengan Kartasura tongue

  • pramonopramono
    21 Februari 2010, 10:59
    TIDAK, dengan alasan..... - kayaknya kok bagusan surakarta ya, meskipun enak nyebutnya solo sih..

  • MasPamanMasPaman
    21 Februari 2010, 04:35
    YA, dengan alasan..... - Setuju kalau untuk brand. Untuk kepentingan komunikasi. Bukan untuk kepentingan administratif. Dan itu sudah berlangsung. Buat saya yang lebih penting ini: meskipun mengucapkan dan menuliskannya "Solo" (dengan "o" pada "anglo" maupun "o" pada "antyo"), orang tahu nama resmi dan nama asli wilayah itu, termasuk versi penulisan secara Jawa (Sala). Menyedihkan jika orang tak mau tahu dengan alasan, "Nggak penting." Tapi kalau orang asing lebih tahu orang-orang macam itu cuma cengar-cengir tapi tak berani mengatakan "Ora penting, Kang!" lantas mencoba mencari pembenar. Lebih menyedihkan lagi jika si cengar-cengir itu putra/putri Surakarta Hadiningrat.

  • mangNYOBImangNYOBI
    21 Februari 2010, 01:35
    TIDAK, dengan alasan..... - Asal kata Solo sebenarnya SALAH! yg benar Sala dan itu jg hanya nama sebuah desa yg kemudian menjadi kerajaan yg bernama SURAKARTA. Kenapa sekarang kembali ke desa? Malu tinggal di SURAKARTA .Tetap bagus SURAKARTA. Yg mempolulerkan kata solo sebenarnya adalah para kondektur/kenek bus luar kota Misal kita di terminal bus di jakarta, pasti kita ditawarin solo....solo......solo pak,solo bu.... Kalau kita bertanya pd orang yg dijakarta misalnya ditanya rumahnya mana? dia jawab Solo. Trus ditanya lagi Solo mana, Jawabnya sukoharjo misalnya. Tapi kalau orang asli Surakarta berada di Jakarta ditanya rumahnya mana,Jawabnya pasti SURAKARTA atau SALA. Berarti Solo itu bukan asli SURAKARTA tapi daerah sekitar SURAKARTA contoh SOLO BARU berada di wilayah Sukoharjo. Sudahlah yang sudah bagus jangan diganti ganti lagi. SURAKARTA tetap SURAKARTA !!!

  • HappyHappy
    20 Februari 2010, 22:32
    TIDAK, dengan alasan..... - ngga perlu diatur-atur, silakan saja untuk keperluan administratif dan legal memakai Surakarta, untuk keperluan-keperluan lain memakai Solo....biarkan berjalan dinamis dan saling memperkaya, jangan hanya terpaku memikirkan nama.

  • potretkacapotretkaca
    20 Februari 2010, 22:06
    TIDAK, dengan alasan..... - karena profil twitterku masih GAGAH dengan location SURAKARTA, ID

  • hasssanhasssan
    20 Februari 2010, 21:57
    TIDAK, dengan alasan..... - kalau untuk keperluan branding masih nggak terlalu perlu, sebab pergantian nama yang sudah dipake cukup lama agak susah. lagipula di google map adanya juga surakarta, solo malah mengarah ke negara lain. Nanti kalau dipaksakan malah dijadikan alasan untuk menggunakan pajak untuk biaya pergantian dan sosialisasi. Ingin tahu kalau misalnya pake nama "Surakarta (solo)" gitu wagu nggak ya?

  • bagongbagong
    20 Februari 2010, 21:34
    YA, dengan alasan..... - Surakarta itu nama apa ya? Solo, ringkas & mudah diingat

  • mursidmursid
    20 Februari 2010, 21:15
    Kalo aku sih manut wae lah... Solo juga bagus, surakarta juga gak jelek... tapi sebenarnya aku ada sependapat dengan salah satu komentar di blognya pakde blontank.. Surakarta biarkan saja tetep jadi nama resmi administratif, Kalo Solo itu jadi Branding untuk nama populer dan aspek wisata saja...kebingungan saya soal nama ini juga pernah saya tulis di sini : http://mursid.web...n-surakarta/

    1 Tanggapan
    • Happy Happy  20 Februari 2010, 22:42

      @mursid: wah top banget blog-nya. pasti ini hasil didikan begawan blogger solo: Blontankpoer!
  • vlisavlisa
    20 Februari 2010, 21:00
    Solo, mudah diingat dan diucap....dan sudah terkenal. Surakarta malah saya lupa...

  • didinudidinu
    20 Februari 2010, 19:19
    YA, dengan alasan..... - Banyak nama kota yg 'tidak akrab' dg strategi komunikasi. Bukan hanya nama yg panjang tapi juga banyak nama, misal utk solo, ada Surakarta, Sala & Solo. Tiga nama ini membingungkan banyak pihak yg punya kepentingan seperti turisme, merek batik, nama makanan dll. Untuk itu sebagai warga solo, mari kita pilih nama SOLO sebagai nama baru. Gunakan hastag #pilihSOLO di twitter sebagai bentuk dukungan anda. Terima kasih

Ke atas

Lakukan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.


« Setujukah Anda, Pansus Century yang ak... Novel Andrea Hirata mana yang paling k... »